Semeru, siapa yang tidak kenal nama ini? sebuah gunung berapi eksotis yang terkenal seantero dunia sebagai tempat dengan titik tertinggi di pulau Jawa. Dengan ketinggian mencapai 3.676 meter diatas permukaan laut, gunung ini menempati posisi ke 7 sebagai gunung tertinggi di Indonesia setelah Puncak Jaya (4.884 meter dpl), Puncak Mandala (4.760 meter dpl), Puncak Trikora (4.750 meter), Ngga Pilimsit / Mount Idenberg (4.717 meter dpl), Gunung Kerinci (3.805 meter dpl) dan Gunung Rinjani (3.726 meter dpl).

 

Nama Semeru tidak bisa dilepaskan dengan film 5 cm, Soe Hok Gie dan image bahwa gunung ini adalah gunung tertinggi di pulau Jawa. Jika anda pernah sekolah atau kuliah di Malang, maka letusan gunung Semeru adalah hal wajib yang anda lihat tiap pagi. Dan yang paling gokil adalah ketika abu letusan Semeru membuat sadel motor anda menjadi kotor. What a beautiful experience. 

Cerita-cerita sukses pendakian ke Semeru sudah banyak sekali di dunia maya. Cerita gagal? Saya belum pernah menemuinya. Kali ini saya kan sedikit berbagi pengalaman tentang pendakian ke puncak Semeru, dimulai dari cara mencapai Semeru serta tips dan trick yang mungkin akan membantu. Mudah-mudahan tidak ada lagi kejadian fatality (tragis) karena kurang informasi dan kurangnya persiapan mendaki Semeru. Satu kata yang pernah dikatakan seorang mentor senior pada suatu forum; "Sebanyak apapun pengalaman kalian mendaki gunung, jangan pernah meremehkan-nya, karena Ia memiliki cara tersendiri untuk menunjukkan kekuasaannya"

 

 

 

Cara Menggapai Semeru
Bagian ini akan menceritakan pengalaman perjalanan yang mungkin bisa memberikan kamu sedikit gambaran jika kamu ingin atau berencana melakukan pendakian ke gunung Semeru. Sebelumnya perlu dicatat Semeru adalah Gunung Suci, jadi jaga setiap omongan, perbuatan, dan kelestarian (sampah) kamu saat mendaki. Alam memiliki cara sendiri untuk merespon perbuatan manusia.

Gunung Semeru memiliki dua jalur pendakian. Yang pertama adalah jalur Ranu Pane, jalur ini bisa diakses melalui kota Malang. Dan yang kedua adalah jalur Senduro, jalur ini bisa diakses melalui Lumajang. Dari kedua jalur ini, jalur Ranu Pane lah yang paling ramai dan umum digunakan oleh para pendaki. Di Ranu Pane pun terdapat dua jalur pendakian. Yang pertama adalah jalur konvensional dan kedua jalur ayek –ayek. Saya pernah melewati kedua jalur ini dan jalur Ayek-ayek jauh lebih ekstrim dibandingkan dengan jalur normal, tapi 1 jam lebih cepat.

Ada beberapa pertimbangan utama mengapa kebanyakan pendaki lebih memilih jalur Ranu Pane. Diantaranya, jarak dan kemudahan transportasi ke desa terakhir (pos pendakian). Desa Ranu Pane lebih mudah diakses dibandingkan Lumajang, Senduro. jalur pendakian yang akan ditulis disini adalah jalur pendakian melalui jalur Konvensional Ranu Pane.

 



Perjalanan dimulai dari Kota Malang yang kemudian dilanjutkan menuju Tumpang. Tumpang berada di kabupaten Malang, jarak dari kota Malang menuju Tumpang kurang lebih 16 km. Jika kamu menggunakan Kereta Api kamu bisa berhenti di stasiun akhir “Malang Kota Baru” setelah itu kamu bisa melanjutkan menggunakan angkot ADL, AL atau angkutan lainya yang menuju terminal Arjosari. Perjalanan stasiun ke terminal kurang lebih 15 menit. Dari terminal Arjosari kamu bisa menggunakan angkot berwarna putih dengan tujuan Tumpang TA. jika kamu rombongan, kamu bisa mencarter angkot langsung dari stasiun Malang untuk memudahkan perjalanan langsung menuju Tumpang karena biaya yang dikeluarkan akan lebih murah. Jika kamu menggunakan transportasi udara kamu bisa menggunakan jasa taxi Bandara Abdurahman Shaleh untuk menuju Tumpang.

Sesampai di terminal Tumpang (pasar), kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Desa trakhir (pos pendakian) Ranu Pane dengan menggunakan transportasi khusus Jeep. Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Ranu Pane ada baiknya jika kamu mencek ulang kelengkapan, kebutuhan dan persyaratan yang kamu bawa. Bila perlu buatlah cek list untuk mempermudah dan memastikan tidak ada kelengkapan yang tertinggal. Misal, logistik, bahan bakar, obat-obatan, perlengkapan camping dan kebutuhan pribadi lainya. Di Tumpang kamu bisa melengkapi keperluan yang akan kamu butuhkan selama melakukan pendakian.

Tumpang adalah salah satu daerah di Malang yang bersejarah. Karna disini terdapat situs peninggalan Purbakala berupa Candi. Candi – candi ini merupakan peninggalan kerajaan Singosari pada abad ke 12. diantaraya candi Kidal (pendharmaan Raja Anusapati) dan Candi Jago (pendharmaan Raja Winuwardhana). Selain itu Tumpang juga memiliki obyek wisata alam berupa air terjun. Coban Pelangi, Coban Terisula adalah contohnya. Di Tumpang kamu juga bisa menikmaati wisata petik apel di daerah Ponco Kusumo. Apel dari daerah ini terkenal kualitasnya.

Sebagai catatan. Kamu diwajibkan membawa surat keterangan sehat dari dokter atau puskesmas. Surat itu digunakan sebagai syarat saat melakukan ijin pendakian di pos pendakian gunung Semeru. Jika kamu lupa membawanya jangan kawatir. Kamu bisa mengurusnya di puskemas Tumpang yang terletak kurang lebih 500 M dari pasar Tumpang.

Jeep yang akan membawa kamu ke pos pendakian selalu stanby di depan Pasar Tumpang, depan Alfamart. Perjalanan Tumpang – Ranu Pane membutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan dengan kondisi jalan menanjak dan berbelok-belok khas pegunungan. Selama perjalanan kamu akan dimanjakan oleh indahnya pemandangan alam berupa kebun apel, hutan, pertanian dan bukit teletubies gunung Bromo yang terletak di daerah Jemplang dan Bantengan, perbatasan Malang dan Lumajang Sesampainya di Desa Ranu Pane kamu bisa langsung mengurus surat ijin pendakian.

Ranu Pane adalah Desa yang berada di ketinggian 2.100 Mdpl. Suku asli Desa Ranu Pane adalah suku Tengger. Ranu Pane berasal dari nama danau yang berada diwilayahnya. Ranu dalam bahasa Indonesia adalah Danau. Selain Ranu Pane. Di Desa ini juga terdapat Ranu Regulo. Di desa Ranu Pane, sekitar pos pendakian terdapat warung-warung yang menjual makanan, tempat persewaan alat-alat perlengkapan camping dan penginapan (home stay). Jika diperlukan untuk membawa porter, bisa juga tanya-tanya di pos ini dan harganya sudah standard yaitu sekitar Rp. 150.000 per hari.

Jika surat ijin pendakian ditangan, berarti kamu sudah bisa memulai perjalanan pendakian. Perlu diketahui estimasi waktu pendakian gunung Semeru bervariasi. Ada yang dua hari satu malam, ada yang tiga hari dua malam dan yang standar pada umunya adalah empat hari tiga malam.

Sebelumnya kamu harus tentukan berapa lama kamu akan melakukan pendakian. Karena ini sangat berpengaruh terhadap barang bawaan dan beban barang yang akan dibawa selama pendakian. Tulisan perjalanan ini akan merujuk kewaktu standard pendakian umum yaitu empat hari tiga malam.



Hari pertama. Tujuan perjalanan adalah Ranu Kumbolo. Ranu Kumbolo berada diketinggian 2.400 dari permukaan laut. Estimasi waktu perjalanan empat sampai lima jam berjalan kaki. Jarak tempuh 10,5 Km. untuk sampai di Ranu Kumbolo kamu akan melewati 4 pos. yaitu pos 1, pos2, pos 3 dan pos 4 yang berada diatas Ranu Kumbolo. Diantara pos-pos tersebut kamu juga akan menemukan dua “welcome area” berupa papan informasi. Diantaranya welcome area Landengan Dowo (antara Ranu Pane dan Pos 1) dan Watu Rejeng (antara Pos 2 dan Pos 3). Papan informasi itu berisi letak, ketinggian, dan jarak tempuh pendakian. Ranu Kombolo adalah camp hari pertama.



Hari kedua. Tujuan perjalanan adalah Kalimati. Pos Kalimati berada diketinggian 2.700 Mdpl. Camp Kalimati adalah camp dihari kedua dan menjadi camp terakhir sebelum melanjutkan summit ke puncak Mahameru. Disini terdapat sumber mata air yang segar dan jernih. Namanya sumber mani. Untuk mengambil air ini kamu harus melalui celah dan jalan menurun yang curam yang berada disebelah barat shelter. Kurang lebih dibutuhkan waktu empat puluh menit perjalanan pulang pergi dari shelter Kalimati. Harap berhati-hati ajak rekan yang pernah mengambil air disumber mata air ini.

Untuk mencapai Kalimati dari Ranu Kumbolo kamu akan melalui beberapa tempat. yaitu, Oro-oro ombo, Cemoro Kandang dan Jambangan. Estimasi waktu perjalanan tiga jam dengan jarak tempuh 7.5 Km dari Ranu Kumbolo.
Oro-oro ombo adalah padang rumput yang memiliki luas kurang lebih 100 ha. Sedangkan Cemoro Kandang adalah hutan yang didominasi pohon cemara gunung dan tumbuhan paku-pakuan. Dan Jambangan adalah padang rumput yang ditumbuhi oleh Edelweiss, Cantigi dan Cemara. Dari Jambangan ini puncak Mahameru akan mulai terlihat jelas disaat cuaca cerah tanpa kabut.

Hari ketiga, tujuan perjalanan adalah puncak Mahameru yang berada di ketinggian 3.676 Mdpl. perjalanan ke puncak dimulai saat dini hari sekitar pukul satu, selain untuk mengejar sunrise, pendakian puncak saat dini hari dilakukan untuk mengejar waktu. Perlu diketahui saat pukul sembilan pagi kamu sudah harus turun dari puncak Mahameru karena dikhawatirkan akan adanya perubahan arah angin yang akan membawa gas beracun dari kawah aktiv yang mengarah kearah jalur pendakian. sudah seharusnya saya dan kamu mengikuti pakem ini. karena cuaca, perubahan alam terkadang tidak dapat diprediksi.

Perjalanan dihari ketiga ini adalah perjalanan terberat jika dibandingkan dengan hari pertama dan kedua. karena medan yang akan dilalui cukup sulit. Selain menanjak medan yang akan ditempuh berupa pasir dengan batuan-batuan yang mudah longsor dengan tingkat kemiringan jalur yang cukup tajam. Dibutuhkan semangat dan fisik (kesehatan) yang prima agar bisa sampai di puncak Mahameru, tanah tertinggi di pulau Jawa.

Jarak Kalimati ke puncak Mahameru 2.7 Km, waktu tempuh bervariasi antara empat hingga tujuh jam perjalanan berjalan kaki. Waktu tempuh ini sangat tergantung terhadap kondisi dan kemampuan fisik seseorang. Ada yang lebih lambat, ada juga yang mungkin lebih cepat karna fisik seseorang tidak sama.

Setelah berjalan kaki sejauh 1.2 Km, diketinggian 2.900 Mdpl kamu akan sampai di Pos Arcopodo, Pos terakhir sebelum puncak. Disini tidak terdapat bagunan seperti halnya di Pos 1, 2,3 dan 4. di Pos Arcopodo kamu hanya menemukan tulisan informasi saja. Di Pos ini terdapat tanah datar yang tidak begitu luas dan biasanya beberapa pendaki menjadikanya camp alternative terakhir sebelum melanjutkan perjalanan ke puncakpuncak semeru Pendaki yang menjadikan Pos Arcopodo sebagai camp terakhir tentunya memiliki beberapa pertimbangan. Salah satunya adalah waktu, dan jarak tempuh. Untuk sampai puncak Mahameru, jarak dari Pos Arcopodo ke puncak hanya 1.5 Km, lebih dekat jika dibandingkan dari camp Kalimati ke puncak yang berjarak 2.7 Km. Jadi jika kamu memilih camp Arcopodo, kamu tidak perlu berangkat dini hari.

Namun ada beberapa pertimbangan yang menjadi catatan jika kamu menjadikan Pos Arcopodo sebagai camp terakhir sebelum puncak, yaitu air. Karena di Pos Arcopodo ini tidak terdapat sumber mata air. Ini berarti mengharuskan kamu membawa persediaan air lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak, dan pastinya akan menambah beban barang bawaan yang cukup menguras tenaga.


Dalam tulisan ini, saya merekomendasikan Camp di Pos Kalimati sebagai pilihan sebelum melanjutkan pendakian ke puncak Mahameru.

Dari pos Arcopodo kamu bisa lanjutkan pendakian kearah puncak (utara) mengikuti jalur yang sudah ada. Setelah berjalan beberapa ratus meter kamu akan sampai di Kelik. Kelik adalah lokasi yang menjadi batas akhir vegetasi antara hutan dan pasir puncak Semeru. Dari Kelik inilah yang dimaksut oleh saya medan terberat yang akan dilalui selama pendakian ke puncak Mahameru. Selain kemiringan medan, suhu yang dingin akan menjadi cobaan selama perjalanan. Cobaan ini akan menjadi hambatan jika kamu tidak mempersiapkanya. Sebaiknya gunakanlah sepatu saat melakukan pendakian. Sepatu selain melindungi kaki juga akan memberikan kenyamanan. Kaki adalah organ yang vital saat kamu melakukan pendakian, karena dengan kaki kamu berjalan. Bayangkan jika kaki kamu mengalami cedera saat diperjalanan. Jadi sudah sepantasnya dan seharusnya kamu melindungi kaki dengan sepatu untuk meminimalisir kemungkinan buruk yang mungkin saja terjadi. Gunakanlah gaither sebagai pelengkap agar pasir tidak masuk kedalam sepatu saat perjalanan ke puncak demi kenyamanan. Kamu juga bisa menggunakan Trecking pole atau tongkat. sebagai alat bantu saat berjalan menapaki medan berpasir gunung Semeru yang mudah bergerak saat di injak.
Setelah dua jam perjalanan dari batas vegetasi Kelik. Kamu akan sampai di puncak Mahameru. Puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa.


Sayang hal ini tidak kami capai waktu itu, sebuah kesalahan fatal mungkin telah kami lakukan selama perjalanan. Atau mungkin alam memang kebetulan tidak sedang bersahabat. Sekitar 100 meter dari puncak, kami dihadang oleh badai angin yang sangat kuat; hampir seperti hujan dengan suhu yang sangat rendah. Saat itu waktu menunjukan pukul 5 pagi, dan kami terpaksa berlindung di lereng gunung Semeru di antara bebatuan gunung. Sebagian besar dari kami sudah hampir menyerah karena badai yang dahsyat dan dingin mencekam. Sekitar 1 jam menunggu, tidak ada tanda-tanda badai mereda. Dan kami pun akhirnya menyerah dan mengurungkan niat untuk memuncak gunung Semeru.

Inilah Alam, Alam ciptaan-Nya yang merupakan bukti kekuasaan-Nya. Inilah Alam, Alam yang mengajarkan kita arti tentang perjuangan, Alam yang memberikan pelajaran tentang makna sebuah pengorbanan dan kesabaran, dan Alam juga lah yang merontokan semua kesombongan dalam jiwa. begitulah seharusnya, dan begitu semestinya. Setelah cukup menikmati kopi hangat, makanan ringan dan mengabadikan moment panorama keindahan alam gunung Semeru, tujuan perjalanan berikutnya adalah kembali ke camp Kalimati.


Ikutilah trek, jalur ditengah yang sudah ada. Jangan terlalu ke barat atau ke timur. Tanah yang kamu injak mudah bergerak dan amblas, jika tidak hati-hati ini bisa membahayakan. Jangan takabur, sombong atau menganggap remeh trek perjalanan pulang hanya sebab merasa sudah hafal jalur atau karna sering sowan ke puncak. Karena biasanya kasus kejadian orang hilang di Gunung Semeru terjadi saat perjalanan turun, bukan saat perjalanan ke puncak.


Perjalanan turun dari puncak ke Kalimati biasanya akan lebih cepat. Karena, medan yang dilalui tidak seberat saat melakukan pendakian ke puncak. 90% medan yang dilalui menurun. Namun begitu tetaplah berhati-hati saat diperjalanan. Beristirahatlah jika mengalami kelelahan. Sebab kelelahan dapat mengurangi konsentrasi. Estimasi waktu perjalanan dari puncak ke camp Kalimati kurang lebih dua hingga tiga setengah jam perjalanan. sesampainya di camp Kalimati kamu bisa sarapan dan beristirahat yang cukup untuk memulihkan setamina.

Pendakian kali ini bisa dikatakana gagal, ada sesuatu yang membuat kami gagal dan menyerah pada kekuatan alam, yaitu badai. Setelah menengok kebelakang kami baru menyadari bahwa badai hanya terbentuk tepat di atas gunung Semeru, di area lainnya malah langit membiru. Semeru, maafkan kami jika salah. Tapi kami pasti akan kembali mengagumi keperkasaaanmu.


Dihari ketiga ini kamu mepunyai dua pilihan. Pertama melanjutkan istirahat hingga esok hari dengan konsekuensi, besok dihari keempat perjalanan kembali ke pos pendakian Ranu Pane langsung ditrek dalam satu hari selama tujuh sampai delapan jam perjalanan. atau pilihan kedua setelah sarapan dan istirahat cukup, kamu langsung packing dan melanjutkan perjalanan ke camp Ranu Kumbolo untuk beristirahat dan dihari keempat perjalanan baru dilanjutkan kembali menuju pos pendakian Ranu Pane. Kamu bisa mendiskusikan pilihan ini bersama rekan-rekan perjalanan kamu, bagimana situasi dan kondisi baiknya.

Hari keempat, tujuan perjalanan adalah kembali ke pos pendakian Ranu Pane. Nikmatilah perjalanan pulang, tidak usah terburu-buru karena biasanya beberapa pendaki berlari saat perjalanan pulang (turun). Berlalari saat medan menurun meningkatkan resiko cedera kaki. misal, terkilir atau keseleo. Sebelum turun kembali ke pos pendakian kamu diwajibkan membawa semua bekas sampah kamu selama pendakian. Sampah tidak boleh ditinggal. Ini adalah peraturan yang harus kamu patuhi jika kamu tidak ingin mendapatkan sangsi dari petugas. Aturan sampah ini berlaku bagi siapa saja yang memasuki taman nasional atau tempat konservasi lainya.
Menjaga kelestarian alam bukanlah tanggung jawab petugas (pengelola) atau kelompok pecinta alam saja. Menjaga kelestarian alam menjadi tanggung jawab bersama (pengunjung). Salinglah mengingatkan agar alam tetap indah dan terjaga. Dengan menjaga alam berarti kamu menjaga keseimbangan. Jika alam terjaga keseimbanganya, bencana alam dan kerusakan bisa dihindari. Saya teringat dengan kata bijak berbahasa Ingris “TAKE NOTHING BUT PICTURES, LEAVE NOTHING BUT FOOTPRINT, KILL NOTHING BUT TIME” semoga kata bijak ini bisa selalu saya dan kamu ingat.

Sesampai di pos pendakian Ranu Pane kamu diwajibkan melapor kepada petugas yang berjaga. Setelah itu kamu bisa beristirahat, berjalan – jalan disekitat Ranu Pane atau Ranu Regulo, atau langsung melanjutkan perjalanan ke kota asal. Selamat berkumpul kembali bersama keluarga, saudara dan rekan, Semoga selamat sampai tujuan.

Jadi jika dirangkum, itinerary standar akan sebagai berikut (jika ingin lebih lama atau lebih cepat bisa juga dilakukan dengan pertimbangan logistik dan kemampuan yang memadai).

Hari 1
Stasiun Kota Baru Malang – Terminal Arjosari - Naik angkot AL atau ADL - 30 menit
Terminal Arjosari - Pasar Tumpang – naik angkot - 45 menit
Pasar Tumpang – Ranu Pane – naik jeep – 2 jam
Ranu Pane – Ranu Kumbolo – Jalan Kaki – 5 jam – 10,5 km

Hari 2
Ranu Kumbolo – Kalimati – Jalan kaki – 3 jam – 7,5km

Hari 3
Kalimati – Puncak Mahameru – 4-7 jam – 2,7 km
Puncak Mahameru – Kalimati – 2 jam
Kalimati – Ran: u Kumbolo – 3 jam

Hari 4
Ranu Kumbolo – Ranu Pane 5 jam
Ranu Pane – Malang – 4 jam

 

Para Pendaki yang "Gagal" muncak tapi berhasil kembali dengan Selamat

Beberapa bagian dari artikel ini diambil atas seijin https://justenote.wordpress.com - namun pengalaman ini merupakan murni pengalaman penulis.

Comments  

0 # richotraveling 2016-04-15 23:50
Juara banget foto2 nya. Jd mau naik gunung
Reply | Reply with quote | Quote
0 # I Putu Adi Artana 2016-04-16 07:48
Siap. Hati-hati nyandu pak.
Reply | Reply with quote | Quote
0 # Tidur yang sehat 2016-04-19 09:29
Salut perjuanganya menaklukkan puncak semeru. Kalau orang hilang kok justru pada saat turun gunung mas itu kenapa yah,,,?
Reply | Reply with quote | Quote
0 # I Putu Adi Artana 2016-04-20 07:08
Kebanyakan orang hilang saat turun. Betul pak. Biasanya karena beberapa faktor antara lain kelelahan sehingga kurang konsentrasi. Kedua bisa jadi meremehkan situasi, karena pada saat turun sangat asyik seperti bermain perosotan di atas pasir. Menurut cerita, banyak yang salah arah tidak pada jalur, dan menemui jurang yang disebut Blank 75 - artinya jurang setinggi 75 meter.

Mudah-mudahan membantu.
Reply | Reply with quote | Quote

Add comment


Security code
Refresh