Malam itu pertengahan bulan Oktober 2015, tidak sengaja membalikan kalender Bali buatan mendiang Bambang Gede Rawi. Kalender Bali, termasuk salah satu kalender yang paling rumit dan paling lengkap. Mencakup berbagai informasi tentang sebuah hari, termasuk informasi gerhana jika ada. Saya terhenyak melihat ada tulisan "Gerhana Matahari Total terjadi pada 9 Maret 2016 - Gerhana dapat dilihat dari kepulauan Indonesia" - disana terdapat ilustrasi lengkap tentang lintasan dan waktu gerhana. Hingga sekarang saya tidak habis pikir, ternyata hal tersebut bisa dikalkulasi secara akurat. Luar biasa, sejak hari itu saya menyiapkan semua sumber daya yang diperlukan untuk mengabadikan moment berharga ini. Momen langka di dekade 2010-2020.

 

Pertama kali saya bisa melihat gerhana matahari secara "live" di 26 Januari 2009. Lumayan juga, setelah 26 tahun hidup di Bumi baru bisa menyaksikan fenomena ini. Selang 7 tahun kemudian 9 Maret 2016, berkesempatan melihat lagi. Menurut cerita dari guru rupaka saya; kejadian yang sama pernah terjadi di pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara di tahun 1983 - dan menurut cerita beliau banyak ayam yang buta saat itu karena melihat gerhana. Sebenarnya gerhana matahari terjadi setiap tahun, hanya saja karena lintasannya sangat sempit, jarang bisa melihat kejadian ini pada tempat yang sama. 

 

 Sunrise di Sorowako

 

Gerhana Matahari 26 Januari 2009 adalah gerhana Matahari cincin dengan magnitudo 0,9282 yang terlihat sepanjang koridor yang melewati Samudera India bagian selatan, ujung selatan Pulau Sumatera (Lampung), Selat Sunda, Pulau Bangka bagian selatan, Pulau Belitung, dan Kalimantan.

Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki waktu puncak GMC paling lama adalah Pringsewu, Lampung, dengan lama fase cincin 6 menit 12 detik (gerhana dimulai pukul 13.19 WIB hingga pukul 17.52, puncak gerhana terjadi pukul 16.41). Beberapa kota penting lainnya di Indonesia yang dapat menyaksikan GMC ini adalah Bandar Lampung, Serang, Anyer, Tanjungpandan, Ketapang, Purukcahu, dan Samarinda. Sumber: Wikipedia

 

 

Gerhana Matahari 26 January 2009 - Lokasi Lampia Kabupaten Luwu Timur - Sulawesi Selatan

 

Gerhana Matahari 26 January 2009 - Lokasi Lampia Kabupaten Luwu Timur - Sulawesi Selatan - Tampak Jauh

 

 

Apakah melihat gerhana matahari secara langsung itu berbahaya? Ya, betul sekali. Tidak usah menunggu gerhana, melihat matahari langsung saat tidak gerhana pun - berbahaya melihat matahari secara langsung.

 

Berikut ini dijelaskan bagaimana cara-cara aman melihat gerhana.


Dalam kehidupan sehari-hari, menatap Matahari secara langsung sangat berbahaya karena Matahari memancarkan sinar inframerah yang bisa merusak mata kita. Ketika terjadinya gerhana Matahari, mungkin kita akan jadi tergoda untuk menatap Matahari secara langsung.

Dampak buruk yang dapat terjadi apabila Anda melihat peristiwa gerhana matahari secara langsung bisa dari buta sementara, dalam kasus tertentu buta selama 2 hari hingga 3 bulan, atau kerusakan mata yang permanen atau buta selamanya.

Cara aman melihat gerhana matahari ialah dengan membuat pinhole projection (proyeksi lubang jarum) yang diarahkan ke Matahari dan akan memunculkan bayangan Matahari ke selembar kertas. Sangat penting untuk diingat, jangan melihat matahari secara langsung dengan mata telanjang saat melakukan proyeksi lubang jarum.

Cara aman lainnya yaitu dengan menggunakan kacamata khusus untuk melihat gerhana Matahari, karena kacamata hitam biasa saja tidak cukup aman. Kacamata khusus ini memiliki filter yang aman untuk dipakai. Selain itu filter yang aman untuk melihat gerhana Matahari juga tersedia untuk teleskop ataupun teropong, jadi bisa digunakan untuk menikmati gerhana Matahari.

Filter matahari biasanya terbuat dari bahan kaca yang dilapisi campuran nikel dan kromium atau terbuat dari milar yang dilapisi dengan logam. Filter dapat dikatakan aman apabila kerapatan optiknya (neutral density) 5 atau lebih, atau memiliki kekedapan yang baik terhadap sinar UV dan inframerah.

Bagaimana dengan Melihat Gerhana Matahari Lewat Air di Baskom?

Sayangnya, metode ini tidak aman alias berbahaya. Melihat gerhana Matahari lewat air di baskom sama saja seperti melihat Matahari secara langsung, air tidak meredam cahaya Matahari yang dilihat mata sehingga akan tetap silau.

Ketika terjadi gerhana Matahari total, pada saat seluruh permukaan Matahari tertutupi Bulan, kita dapat melihat secara langsung ke arah Matahari tapi hanya untuk beberapa saat saja, dalam kisaran beberapa detik sampai beberapa menit saja. Harus mulai siap-siap ketika bulan sudah kelihatan bergerak pergi dan sedikit permukaan matahari mulai muncul lagi, segera melakukan lagi cara melihat yang aman.

Bagaimana dengan Melihat Gerhana Matahari Lewat Kamera?

Banyak yang bertanya kepada Info Astronomy; bolehkah mengamati gerhana Matahari lewat kamera? Logikanya, boleh-boleh saja, selama mata Anda tidak menatap langsung ke arah Matahari tanpa pengaman berupa filter Matahari.

Yang tidak boleh dilupakan adalah, filter Matahari untuk kamera. Sinar Matahari yang amat sangat luar biasa terang bisa merusak sensor kamera kalau durasi pemotretan kita terlalu lama. Maka, saat sedang memotret usahakan kamera telah dilapisi filter Matahari. Dan saat tidak memotret, pasanglah tutup lensa.

Apakah Cahaya Gerhana Matahari Berbahaya untuk Tubuh Manusia?
Jawabannya, sama sekali tidak. Cahaya Matahari saat terjadi atau ketika tidak terjadi gerhana tidak akan berbahaya jika terkena kulit. Anggapan bahwa ketika gerhana Matahari memunculkan radiasi berbahaya sehingga kita tidak boleh keluar rumah adalah keliru, dan ini merupakan "peninggalan" pembodohan massal pada Gerhana Matahari tahun 1983.

Jika Anda akan berkeluar rumah ketika terjadi gerhana Matahari 9 Maret mendatang, hal itu boleh-boleh saja.

 

Sumber: Info Astronomi

 

 

Comments  

0 # cumilebay 2016-03-05 03:36
Eh busyet buta sementara bisa ampe 3 bulanan, mending besok gw liat2 orang2 nya aja :(
Reply | Reply with quote | Quote

Add comment


Security code
Refresh